Good Food for Cities

65 Kota se-Indonesia Bersatu Rumuskan Strategi Sistem Pangan Kota yang Tangguh

July 1, 2026
Citra Savitri
Communications Coordinator in Indonesia

Sebanyak 65 pemerintah kota se-Indonesia berkumpul di Hotel Grand Inna Medan untuk mengikuti Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 yang diselenggarakan oleh Rikolto bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Forum bertema “Merajut Ketangguhan Kota Melalui Tata Kelola Pangan yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional XVIII APEKSI tahun 2026.

Lebih dari 120 peserta hadir, terdiri dari perwakilan dinas ketahanan pangan dan pertanian, badan perencanaan daerah, serta perangkat kota lainnya dari seluruh penjuru Indonesia. Forum ini menjadi forum yang pertama kali diinisiasi selama perjalanan pertemuan strategis APEKSI diselenggarakan, dan menjadi forum yang sangat penting dan dalam agenda ketahanan pangan perkotaan nasional tahun 2026.

Krisis Pangan Perkotaan: Tantangan yang Mendesak

Ketahanan pangan kota Indonesia menghadapi tekanan yang kian berat. Data Badan Pusat Statistik 2025 mencatat 11,18 juta penduduk miskin perkotaan menghabiskan lebih dari 60 persen pengeluarannya untuk pangan. Laporan FAO The State of Food Security and Nutrition in the World 2025 mengungkapkan sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia tidak mampu membeli makanan sehat. Sementara itu, biaya logistik Indonesia yang mencapai 14,2 persen dari PDB — tertinggi di Asia Tenggara — memperparah kerentanan daya beli pangan masyarakat kota.

Tekanan dari pandemi Covid-19, konflik geopolitik, lonjakan harga pupuk dan input pertanian, serta penurunan transfer dana pembangunan dari pusat ke daerah sebesar 24,7 persen di tahun 2025, memaksa pemerintah kota untuk menyesuaikan diri dan berinovasi dalam menata kelola sistem pangannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Pembicara Kunci

Forum dibuka oleh Dr. Bima Arya, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, yang menyampaikan pidato kunci bertajuk “Mewujudkan Kota Tangguh dan Cerdas Pangan di Indonesia 2045.”

“Sebagian besar konsumsi pangan itu ada di kota. Jadi APEKSI ini perannya strategis membangun ekosistem [ketahanan pangan], tidak saja bicara soal produksi, distribusi, tapi di sini ada edukasi, ada inovasi, dan yang lain-lain. [Jangan] berhenti di tingkat seremonial, tapi harus terus sinergi dan kolaboratif.”

Dr Bima Arya, Wakil Menteri Dalam Negeri RI 

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI sekaligus Walikota Medan; Respati Achmad Ardianto, Wakil Ketua Dewan Pengurus APEKSI Bidang Kota Cerdas sekaligus Walikota Surakarta, Alwis Rustam selaku Direktur Eksekutif APEKSI, Nonie Kaban, Direktur Asia Tenggara Program Good Food for Cities Rikolto, serta Lily Wayong, Direktur Operasional Rikolto Asia Tenggara.

Sesi pembukaan ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis Buku Seri Panduan Kota Cerdas Pangan Rikolto oleh Lily Wayong, Direktur Operasional Asia Tenggara Rikolto kepada para pembicara kunci. Buku Seri Panduan Kota Cerdas Pangan merupakan bundel buku panduan yang terdiri dari kelima pilar Kota Cerdas Pangan, yaitu:

1.Pertanian Regeneratif,

2.Kantin Sekolah Sehat,

3.Berbagi Pangan,

4.Pengelolaan Sampah Pangan, dan

5.Kemitraan Multipihak

yang diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pemerintah kota di Indonesia berdasarkan pembelajaran dan praktik baik yang telah diperoleh dari berbagai pilot project yang dilaksanakan Rikolto di 4 kota di Indonesia, yaitu Depok, Bandung, Surakarta, dan Denpasar.

“Kita perlu update tentang data-data terkini, dan perbandingan tentang hal-hal yang juga dilakukan di negara-negara lain. Ini perlu perspektif komparatif, perlu benchmarking, dan terutama ada best practices yang kita pelajari. Saya kira Rikolto porsinya di sini."

Dr Bima Arya | Wakil Menteri Dalam Negeri RI 

Lokakarya dan Diskusi Kelompok

Sesi lokakarya Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota dimoderasi oleh Ahmad Arif, seorang pemerhati pangan lokal yang juga merupakan jurnalis Harian Kompas, dan menghadirkan empat narasumber ahli dari tingkat kota dan nasional:

•    Semi Kurniasih, S.E., M.Sc., Perencana Pertama di Direktorat Pangan dan Pertanian BAPPENAS, memaparkan kerangka kebijakan nasional untuk membangun sistem pangan perkotaan yang tangguh dan adaptif terhadap krisis iklim, ekonomi, serta logistik.

•   Respati Ardi, S.H., M.Kn., Walikota Surakarta, berbagi pengalaman Solo dalam mengintegrasikan konsep kota cerdas dengan ketahanan pangan secara inklusif dan berkelanjutan.

•    Ir. Gin Gin Ginanjar, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, mengulas gerakan pertanian kota Buruan Sae sebagai instrumen penguatan ketahanan pangan sekaligus pendukung ekonomi sirkular dan kebijakan ramah lingkungan.

•    Titik Eka Sasanti, Direktur Yayasan Gita Pertiwi, mempresentasikan model penghubung langsung antara petani regeneratif dan program makan anak sekolah yang bersifat holistik, inklusif, dan berkelanjutan.

Sesi siang hari menampilkan diskusi kelompok terarah yang melibatkan seluruh perwakilan kota. Peserta terbagi dalam enam kelompok untuk merumuskan rekomendasi konkret seputar resiliensi produksi pangan, mutu dan distribusi, ketahanan konsumen, pengelolaan sampah pangan perkotaan, kebijakan dan penganggaran, serta sistem monitoring dan evaluasi sistem pangan perkotaan yang resilien.

Hasil diskusi kemudian disintesiskan dalam sesi panel dan dirumuskan menjadi rekomendasi prioritas yang akan disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Walikota se-Indonesia.

No items found.
Dummy image

“Forum ini bukan hanya ajang berbagi praktik baik, tetapi juga momentum konsolidasi komitmen kota-kota Indonesia untuk mewujudkan Kota Cerdas Pangan, yaitu sistem pangan perkotaan yang benar-benar tangguh dan inklusif.”

Nonie Kaban | Direktur Program Good Food for Cities Rikolto Asia Tenggara

Tentang Program Kota Cerdas Pangan Rikolto

Dalam lima tahun terakhir, Rikolto bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam program Kota Cerdas Pangan (Food Smart Cities) di Kota Surakarta, Depok, Bandung, dan Denpasar, mendukung tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan untuk memperkuat sistem pangan kota yang tangguh.

Tentang APEKSI

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) merupakan wadah koordinasi dan kerja sama 98 pemerintah kota di seluruh Indonesia. Melalui Rapat Kerja Nasional tahunan, APEKSI memfasilitasi pertukaran pengalaman dan perumusan kebijakan bersama untuk mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.

Tentang Rikolto

Rikolto adalah organisasi internasional yang bekerja bersama petani kecil dan pelaku sistem pangan untuk mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan, dan inklusif. Di Indonesia, Rikolto menjalankan program-program strategis di bidang pangan perkotaan, kopi dan kakao berkelanjutan, serta beras berkelanjutan.

Liputan Media

https://www.liputan6.com/news/read/8099649/wamendagri-bima-arya-minta-daerah-kolaborasi-perkuat-ketahanan-pangan-perkotaan

https://www.detik.com/sumut/berita/d-8551881/buka-forum-pangan-nasional-walkot-rico-singgung-pasokan-pangan-dan-inflasi

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260629170426-25-1374724/forum-pangan-nasional-apeksi-rico-waas-dorong-kolaborasi-antardaerah

https://koran-jakarta.com/2026-06-30/wamendagri-bima-arya-desak-pemda-perkuat-ketahanan-pangan-perkotaan-mulai-2026

Latest stories from the ground

Discover more stories